PENTINGNYA PROFESIONALISME DALAM BEKERJA

Seiring dengan perkembangan jaman teknologi pun semakin berkembang dengan pesat. pekerjaan yang kita lakukan bisa di bantu oleh yang namanya teknologi. selain untuk mempermudah suatu pekerjaan, teknologi juga membuat waktu yang digunakan lebih efesien dan efektif. walaupun dengan teknologi hasil yang dihasilkan tidak sedikit yang kurang efektif.

Salah satu teknologi ialah computer. dewasa ini teknologi computer sangat berperan penting dalam kegiatan usaha, baik dalam hardware maupun software. Salah satu contoh penggunaan teknologi computer ialah dalam mémanage karyawan suatu perusahaan. baik profil karyawan maupun system penggajiannya. Semua itu dapat diolah menggunakan system database.

Saya lulusan Sistem Informasi merupakan bagian dalam pengolahan database tersebut. baik dalam mengontrol maupun maintenance. Bekerja secara profesioanal berdasarkan aturan dan procedure yang berlaku. tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak system atau melakukan sabotase. Karena Sistem Database ini sangat peting dalam kelangsungan sebuah perusahaan. terutama dalam data-data penting perusahaan. Maka profesioanalisme itu sangat penting dan dibutuhkan. Kita berkerja sesuai prosedure dan ilmu yang kita dapat pada saat kuliah baik ilmu umum maupun etika atau softskil.

KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia adalah Negara yang sangat luas yang terdiri dari laut dan pulau-pulau. Tidak hanya itu Indonesia pun mempunyai beraneka raga budaya dari sabang sampai merauke. semuanya itu ialah kekayaan yang bangsa ini punya dan harus tetap terjaga. tetapi tidak sedikit orang yang mengakui bangsa Indonesia mencintai budayanya tetapi tidak mau untuk memelihara dan melestarikan budaya yang dimiliki. Sehingga Negara tetangga seperti Malaysia sering mengklaim bahwa budaya tersebut adalah miliknya. Ini lah bangsa Indonesia yang besar ,ribut dan memelihara jika Negara tetangga mengklaim terlebih dahulu bahwa budaya yang kita miliki adalah warisan negaranya. Tidak patut untuk menyalahkan siapa yang salah. Yang jelas baik pemerintah dan masyarakat harus tetap melestarikan keanekaragaman budaya yang ada sehingga klaim terhadap Negara tetangga tidak selalu terjadi. karena keanekaragaman budaya ini sangat penting selain untuk devisa Negara yaitu sebagai tempat pariwisata, budaya ialah sebagai criteria atau mengidentikan suatu Negara. Negara yang beranekaragam budaya tetapi tetap satu dan berdaulat.

MEMBANGUN USAHA DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

Usaha dalam bidang teknologi informasi merupakan salah satu usaha yang mungkin dapat dikatakan menjanjikan. Dikarenakan dewasa ini teknologi informasi berkembang sangat pesat. Dan masih akan terus berkembang. Dengan terus berkembangya kemajuan teknologi ini membuat kinerja seseorang akan menghasilkan hasil yang optimal dengan waktu yang lebih efesien. Maka dari itu usaha dibidang TI ini terus berlomba menciptakan perangkat yang dapat lebih membantu para kinerja konsumennya.

Walaupun banyak sekali bidang bisnis IT, tetapi pada umumnya bidang usaha yang sering dimasuki oleh seorang pebisnis baru adalah:

• Perusahaan pengembangan perangkat lunak aplikasi (software house).

• Konsultan Implementasi Teknologi Informasi baik itu implementasi hardware maupun implementasi software.

• Distributor dari produk-produk IT, baik hardware ataupun software.

• Training dan pendidikan bidang IT.

• Jual beli barang secara online

• dll

Bisnis online merupakan salah satu bisnis TI yang tergolong sangat murah karena :

– Tidak membutuhkan toko secara fisik sehingga tidak perlu menyewa ruko atau kios untuk buat toko

– Tidak membutuhkan gudang yang besar untuk menyimpan inventori karena inventorinya sangat minimal

– Tidak membutuhkan pekerja yang banyak cukup satu-dua orang sudah dapat melakukannya

– Pasar tidak terbatas, semua negara bisa menjadi pasar kita

– Yang terpenting adalah tidak perlu modal yang besar untuk melakukannya. Cukup modal untuk beli domain, hosting, komputer dan bayar koneksi internet.

 

Beberapa kemampuan utama yang harus dimiliki oleh seorang Enterpreneur dalam bidang IT adalah:

• Kemampuan dalam bidang Penjualan (Salesmanship). Kemampuan ini merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur untuk membujuk calon pelanggan dalam menggunakan produk dan solusi yang dimiliki. Kegagalan dalam melakukan kegiatan penjualan maka perusahaan akan mati dan gagal untuk bertumbuh.

• Kemampuan dalam bidang teknis yg cukup baik mengenai produk atau solusi yang ditawarkan. Kemampuan ini akan memberikan jaminan bahwa si entrepreneur mengetahui dengan pasti produk atau solusi yang diberikan dan mampu menjaga kualitas dari produknya untuk kepuasan pelanggan.

• Pemahaman dalam bidang keuangan perusahaan (Accounting, Financial Report, Cash-flow management, dan lain-lain). Kemampuan dalam bidang ini sangat diperlukan untuk dapat melakukan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Kegagalan dalam bidang ini akan menjadikan perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang berakibat dari gagalnya operasi perusahaan walaupun pada saat yang sama perusahaan memiliki pesanan yang cukup besar.

• Kemampuan dalam bidang Human-Relationship adalah kemampuan yang tidak kalah pentingnya untuk dikuasai oleh seorang entrepreneur.

Sumber ; http://ifuneuii.wordpress.com/kewirausahaan/membangun-usaha-dalam-bisnis-it-2/

IT AUDIT


IT audit dalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu

Pada dasarnya, Audit TI dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu Pengendalian Aplikasi (Application Control) dan Pengendalian Umum (General Control). Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data. Sementara, tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan.

PROSEDUR IT AUDIT:

  • Kontrol lingkungan:

1, Apakah kebijakan keamanan (security policy) memadai dan efektif ?

2. Jika data dipegang oleh vendor, periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dr external auditor

3. Jika sistem dibeli dari vendor, periksa kestabilan financial

4. Memeriksa persetujuan lisen (license agreement)

  • Kontrol keamanan fisik

5. Periksa apakah keamanan fisik perangkat keras dan penyimpanan data memadai

6. Periksa apakah backup administrator keamanan sudah memadai (trained,tested)

7. Periksa apakah rencana kelanjutan bisnis memadai dan efektif

8. Periksa apakah asuransi perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai

  • Kontrol keamanan logical

9. Periksa apakah password memadai dan perubahannya dilakukan regular

10. Apakah administrator keamanan memprint akses kontrol setiap user

 

 

Sumber;

http://id.wikipedia.org/wiki/Audit_teknologi_informasi

http://www.ebizzasia.com/0217-2004/focus,0217,04.htm

http://nindyauntari.blogspot.com/2011/03/it-audit-dan-forensic-beserta-contoh.html

IT FORENSIK


IT forensic adalah Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan.

 

4 (EMPAT) ELEMEN KUNCI FORENSIK IT

Terdapat empat elemen Kunci Forensik yang harus diperhatikan berkenaan dengan bukti digital dalam Teknologi Informasi, adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi dalam bukti digital (Identification/Collecting Digital Evidence)

Merupakan tahapan paling awal dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan.

2. Penyimpanan bukti digital (Preserving Digital Evidence)

Bentuk, isi, makna bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang steril. Untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan, hal ini vital untuk diperhatikan. Karena sedikit perubahan saja dalam bukti digital, akan merubah juga hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (volatile), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan.

3. Analisa bukti digital (Analizing Digital Evidence)

Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu diexplore kembali beberapa poin yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain: (a) Siapa yang telah melakukan. (b) Apa yang telah dilakukan (Ex. Penggunaan software apa), (c) Hasil proses apa yang dihasilkan. (d) Waktu melakukan. Setiap bukti yang ditemukan, hendaknya kemudian dilist bukti-bukti potensial apa sajakah yang dapat didokumentasikan.

4. Presentasi bukti digital (Presentation of Digital Evidence).

Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan tadi telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk ke pengadilan. Proses digital dimana bukti digital akan dipersidangkan, diuji  otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini menjadi penting, karena disinilah proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.

 

Berikut prosedur forensik yang umum di gunakan antara lain:

  • Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
  • Membuat fingerprint dari data secara matematis.
  • Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
  • Membuat suatu hashes masterlist.
  • Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/it-forensik-4/

 

 

zikri

zikri

3 Jenis Cyber Crime berserta Contoh dan UU Terkait

 

  1. Penyebaran virus secara sengaja

Penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.

 

Bab VII Pasal 33

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.”

Dari pasal tersebut jelas dalam penyebaran virus yang sifatnya merugikan sangat di larang dalam UU Negara kita. kecuali jika penyebaran virus tersebut untuk kepentingan yang memang sifatnya positif.

 

Contoh kasus dimana penyebaran virus yang sifatnya merugikan ialah dimana suatu perusahaan yang salah satu pegawainya melakukan sabotase atau memasukan virus sehingga system perusahaan menjadi terganggu dan perusahaan mengalami kerugian maka orang tersebut bisa masuk kedalam pelanggaran pasal 33 UU ITE.

 

  1. Illegal Contents

Merupakan kejahatn yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum, contohnya adalah penyebaran pornografi.

 

Bab VII Pasal 27 ayat 1

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.” Dari Pasal diatas menjelaskan bahwa tidak boleh mendistribusikan hal-hal yang melanggar asusila, etika atau yang di anggap tabu.

 

Salah satu contoh ialah dalam memasukan gambar atau video porno kedalam teknologi. Terlebih sekarang tidak sedikit orang yang menggunakan internet. dimana internet tersebut mempunyai banyak situs-situs porno yang dapat diakses oleh siapa saja.

 

  1. Cyberstalking

Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet. Hal itu bisa terjadi karena kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa harus menyertakan identitas diri yang sebenarnya.

 

Bab VII Pasal 27 ayat 3

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Isi kalimat diatas jelas bahwa dalam menggunakan atau mengakses suatu informasi yang bersifat elektronik atau yang sering kita gunakan yaitu e-mail, tidak dperkenankan untuk menggunakan kata-kata yang tidak baik, yang mengandung hinaan atau pencemaran nama baik.

 

Sebagai contoh, kasus yang belum lama kita dengar yaitu kasus ibu Prita. dimana beliau bercerita tentang buruknya system pelayanan pada sebuah Rumah Sakit di Jakarta kepada teman-temannya melalui e-mail. Sehingga pihak Rumah Sakit melaporkannya sebagai pencemaran nama baik.