Kalimat dapat didefinisikan yaitu kumpulan dari kata-kata yang mempunyai makna atau arti dan juga mempunyai intonasi akhir. Selain itu setiap kalimat yang dibentuk harus memiliki keharmonisan. Keharmonisan kalimat artinya kalimat yang kita buat harus harmonis antara pola berpikir dan struktur bahasa. Agar kalimat Anda harmonis, setiap kalimat yang Anda buat harus mempunyai kejelasan dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan

Suatu untaian kata yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Untuk menentukan predikat suatu kalimat, dapat dilakukan pemeriksaan apakah ada verba (kata kerja) dalam untaian kata tersebut. Selain verba, predikat suatu kalimat dapat pula berupa adjektiva dan nomina.

Adapun unsur-unsur yang terdapat pada kalimat berupa :

v  Subyek  yaitu unsure yang melakukan suatu tindakan dalam suatu kalimat.

v  Predikat yaitu unsure dari suatu kata kerja.

v  Obyek yaitu sesuatu yang dikenai kerja oleh subyek.

v  Keterangan yaitu dapat berupa keterangan waktu atau keterangan tempat pada kalimat tersebut.

v  Pelengkap yaitu unsure yang melengkapi suatu kalimat yang tak berobjek.

 

Macam-macam Kalimat :

1. Kalimat tunggal

Suatu kalimat yang hanya mempunyai dua unsure yang dapat diperluas.  Kalimat yang sangat sederhana harus mempunyai Subyek dan predikat. Pada kalimat yang mempunyai subyek dan predikat tadi dapat diperluas tetapi tidak membentuk suatu pola baru.

Contoh : –    Adik bermain (S,P)

–     Adik bermain dilapangan (S,P,Ket.tempat)

2. Kalimat Majemuk

Kalimat  yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terjadi dari:
a. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat.
contoh :   –   Ibu Memasak nasi (kalimat tunggal)
–   Bapak membaca Koran (kalimat tunggal)
–   Ibu memasak nasi dan Bapak membaca koran

b. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada. contoh : Anak itu membaca puisi. (kalimat tunggal) Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi. (subjek pada kalimat pertama diperluas)

Untuk mengecek apakah kalimat yang dihasilkan memenuhi syarat kaidah tata bahasa, perlu dikenal ciri-ciri subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Kalimat yang benar harus memiliki kelengkapan unsur kalimat. Selain itu pengenalan ciri-ciri unsur kalimat ini juga berperan untuk menguraikan kalimat atas unsur-unsurnya.