Penegakan hukum dibumi pertiwi ini sepertinya masih sangat susah untuk diterapkan dengan baik. Banyak oknum penegak hukum yang seharusnya menegakan hukum tetapi malah mencoreng nama hukum itu sendiri. Kita lihat kasus-kasus yang sedang hangat dibicarakan oleh banyak orang. Dimana aktornya ialah penegak hukum itu sendiri. Hukum yang dibaliknya adalah untuk kepentingan individu atau golongan, yaitu memperkaya diri dengan korupsi dan lainnya.

Seperti seorang gayus staff didirektorat pajak yang bermain dengan para penegak hukum untuk memperkaya dirinya dan golongan. Sungguh ironis seorang penegak hukum (jaksa dan polisi) yang seharusnya memberi sanksi atas perbuatannya, tetapi malah ikut bermain. Dan yang parahnya lagi hakim yang bertugas memberi keputusan akhir yang diberikan oleh terdakwa, malah ikut juga bermain. Ada apa dengan para penegak hukum dinegara kita? Mereka seolah tidak puas dengan apa yang telah mereka dapatkan (gaji).

Seharusnya mereka dihormati dan menjadi teladan untuk kita semua dalam menegakan hukum, khususnya untuk para generasi muda. Tetapi apa yang mereka lakukan telah membawa citra negative untuk penegakan hukum diindonesia. Kalau seperti ini kepada siapa lagi kita percaya dalam penegakan keadilan selain kepada mereka? Mudah-mudahan kasus yang sedang terjadi akhir-akhir ini menjadi bahan pelajaran untuk para penegak hukum diindonesia.