Ada seorang kaum anshar yang tanpan, beliau terkenal cerdik dan pintar akan tipu muslihatnya. Walaupun umurnya masih tergolong muda tapi sudah terlihat sosok kepemimpinan beliau. Orang tersebut ialah Qeis bin sa’ad bin ubaddah. Tidak ada yang sanggup menandingi kecerdikan tipu muslihatnya diArab.

Sewaktu ayahnya sa’ad ke tempat Rassullulloh saw untuk masuk islam, diajak lah Qeis dan dititipkan lah Qeis kepada Rassullulloh saw. Qeis selalu berada disamping Rasullulloh pergi, sehingga Qeis sering dianggap sebagai ajudan.

Sewaktu perang siffin antara Ali dengan Muawiyah beliau dipihak Ali, karena beliau tahu bahwa pihak Ali lah yang paling benar. Pada perang tersebut beliau merencanakan berbagai tipu muslihat, setelah dari banyak tipu muslihat yang telah difikirkan, lalu beliau ingat islam yang tidak menganjurkan tipu musliha. Lalu tidak jadi lah menggunakan tipu muslihat yang telah difikirkannya. Beliau meminta ampun kepada Allah atas niat yang akan dilakukannya. Karena Allah telah menegaskan didalam surat al-fatir : 43 “Dan tipu daya jahat akan menimpa bagi dirinya sendiri”.

Karena beliau seorang pemimpin yang berani Ali mengangkat Qeis sebagai Gubernur Mesir. Dipihak lain, Muawiyah merasa tidak suka. Mereka berfikir Qeis hanya sebagai penghalang buat mereka menguasai mesir. Dengan ketidak sukaan tersebut Muawiyah membuat tipu muslihat jahat yang akan memfitnah Qeis. Difitnah lah Qeis kepada Ali, Ali pun percaya dengan Muawiyah, sehingga Qeis diturunkan dari jabatannya. Qeis pu tidak dendam, Qeis berfikir bahwa jabatan ialah titipan yang telah diberikannya. Beliau turun dengan hati yang ikhlas.

Selain orang yang cerdik akan tipu daya jahatnya, Qeis pun dikenal orang yang dermawan. Beliau selalu menolong diantara sesame tanpa mengharapkan apapun kecuali hanya keridhoan Allah semata. Pada tahun 59 H beliau wafat di al-mukaromah Madinah. Beliau wafat sebagai pahlawan yang dengan Islam mampu mengendalikan kecerdikannya.