Akhir-akhir ini banyak peristiwa hukum dan politik yang gencar-gencarnya dibicarakan, Entah dengan kebetulan atau disengaja.

Beberapa contoh lalu seperti kasus adanya fasilitas layaknya hotel berbintang dilembaga permasyarakat. Dilakukan oleh oknum-oknum yang bertanggungjawab dari orang yang mempunyai uang maupun orang yang menerimanya. Lalu kasus century yang larut-larut terjadi sampai hingga kini belum terselesaikan. Walaupun lembaga tinggi DPR sudah memutuskan adanya pelanggaran dan adanya pihak-pihak yang harus bertanggungjawab atas kasus century, tetapi hingga saat ini belum ada kabarnya lagi. Lembaga-lembaga yang terkait menangani kasus tersebutpun belum bisa berbuat lebih tegas. Apakah ada kepentingan politik dibalik itu semua? Dan apakah kasus ini hanya berhentiĀ  sampai dipansus? Kita tentunya semua menanti jawabannya,

Sekarang yang lebih hangat dibicarakan ialah peristiwa terjadinya makelar kasus (markus) atau mafia hukum. Peristiwa ini dibeberkan oleh seorang jendral perwira tinggi bintang tiga, mantan kabereskim jend.Susno Duaji. Bahwasanya ada tindakan kotor yang dilakukan anak buahya pada saat masih menjabat kabereskim. Dan beliau melaporkan kasus ini kesatgas mafia hukum. Tetapi ada apa dengan polri? Bukannya menyelidiki atau mengintropeksi dengan laporan tersebut, melainkan menetapkan status tersangka tehadap jendral berbintang tiga tersebut, yang diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap mantan anak buahnya. Apakah kasus pencemaran nama baik ini hanya untuk mengalihkan isu yang sedang terjadi dipolri? Yang jelas hukum harus benar-benar ditegakan. Katakan benar bahwasanya itu benar, dan katakan salah kalau memang salah.