Indonesia adalah Negara hukum. Dimana hukum yang mengatur semua hal-hal yang menyangkut dengan Negara ini. Hukum yang paling dasar yang kita miliki dari pada saat pertama kali Negara Indonesia merdeka hingga sekarang ialah Undang-Undang Dasar  1945. Dari rakyat jelata, konglomerat, pejabat hingga penguasa Negara ini harus tunduk dengan hukum atau aturan yang ada. Tidak ada pandang bulu siapapun mereka yang melanggar harus mendapat hukuman yang sama.

Namun bila kita lihat, ada apa dengan hukum kita yang terjadi  saat ini?? Seakan hukum tidak memberikan keadilan dengan seadil-adilnya. Hukum yang seakan hanya berpihak pada rakyat kecil saja. Dimana rakyat besar yang berkuasa seakan terlepas dari yang namanya hukum.

Sebagai yang sedang terjadi akhir-akhir ini seorang nenek yang mengambil tiga buah coklat di sebuah pertanian coklat hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya langsung dibawa ke meja hijau. Sadisnya lagi ingin dipenjara. Contoh lainnya seperti kejadian yang dialami oleh ibu prita, ibu rumah tangga yang menulis complaint via email kepada teman-temannya yang disebabkan tidak baiknya pelayanan sebuah rumah sakit sampai sekarang kasusnya terus berjalan. Beliau dituntut pidana maupun perdata sebagai pencemaran nama baik. Apa itu termasuk dalam kategori pencemaran nama baik?

Sementara orang–orang  yang berkuasa dinegara ini yang merampok uang rakyat hingga triliyunan rupiah seakan terlepas dari hukum. Kasus yang sedang hangat dibicarakan ialah kasus yang terjadi pada bank century  Yang merampok uang rakyat hingga Rp.6,7T masih bebas liar diluar sana.

Kurangnya keadilan pada Negara ini. Keadilan yang benar-benar seadil-adilnya. Kepada badan penegak hukum dituntut agar bekerja secara professional harus lebih bijak juga dalam mengambil sebuah keputusan. Agar keadilan ini tetap berdiri kokoh dinegara Indonesia ini.